Tulangan, Tombakjatim.blogspot.com – Proyek penarikan kabel milik Tower Bersama Group (TBG) di wilayah Kecamatan Tulangan, Sidoarjo, menuai sorotan tajam setelah ditemukan sejumlah indikasi pelanggaran prosedur keselamatan kerja (K3) serta dugaan pengerjaan di jam tidak wajar.
Berdasarkan dokumentasi lapangan dan rekaman percakapan, kegiatan penarikan kabel dilakukan pada Jumat malam, 26 Desember 2025, hingga Sabtu dini hari, sekitar pukul 23.54 – 00.03 WIB di dua lokasi berbeda:
– Jl. Raya Modong No.29, RW 2, Modong, Tulangan
– Jl. Raya Kemantren No.15, Keputran, Kemantren, Tulangan
Dalam kegiatan tersebut, tidak satu pun pekerja terlihat menggunakan perlengkapan keselamatan kerja (APD/K3) seperti helm proyek, rompi reflektif, sarung tangan, maupun sepatu safety. Pekerjaan juga dilakukan dalam kondisi minim pencahayaan, yang berpotensi membahayakan pekerja maupun masyarakat sekitar.
Selain itu, pengerjaan yang dilakukan pada jam 00.00 WIB jelas tidak lazim untuk kegiatan penarikan kabel, terlebih tanpa adanya pengawasan resmi dan tanpa standar keselamatan memadai.
Dalam komunikasi via WhatsApp, Anjas, yang disebut sebagai waspang (pengawas lapangan) TBG, mengakui bahwa pihaknya akan mengoordinasikan masalah perizinan kepada kantor dan pihak KAI, serta menyebut bahwa tim penarik kabel merupakan pekerja sistem borongan, bukan tenaga resmi kantor.
Ia juga membenarkan bahwa data pekerja didapat dari pihak tertentu dan bukan dari sistem internal resmi.
Kondisi ini menguatkan indikasi lemahnya pengawasan dan potensi pelanggaran SOP dalam pekerjaan proyek tersebut.
Potensi Pelanggaran yang Terjadi:
Pelanggaran K3
– Tidak ada penggunaan APD wajib.
– Minim penerangan sehingga rawan kecelakaan kerja.
Pengerjaan di Luar Jam Kerja Sewajarnya
– Pekerjaan dilakukan tengah malam tanpa izin yang jelas.
Dugaan Kelalaian Pengawasan Waspang
– Pengawas lapangan tidak memastikan pekerja bekerja sesuai prosedur.
Ketidakjelasan Status Pekerja
– Pekerja borongan tanpa identitas jelas, rawan disalahgunakan.
Masyarakat sekitar berharap pihak TBG, termasuk pihak pengawas seperti Anjas, memberikan klarifikasi resmi dan memastikan keselamatan pekerja serta warga tetap menjadi prioritas.
Tombakjatim.blogspot.com akan terus melakukan penelusuran dan meminta keterangan dari pihak terkait.(Yen)