Tombak jatimblogspot.com
Mojokerto, 06, 11, 2024
Mojokerto - Kota Pembangunan pelaksanaan proyek berlangsung dan dalam pengerjaan,
pekerja sedang menggarap proyek fasum di area Kolam Retensi di Jalan Muria Raya, Kelurahan Kedundung, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto.
Kolam Retensi bakal menjadi salah satu jujukan wisata baru di Kota Mojokerto. Karena saat ini Pemkot Mojokerto menambahkan fasilitas umum (fasum) pada proyek pengendali banjir yang berada di Jalan Muria Raya, Kelurahan Kedundung, Kecamatan Magersari ini.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPR Perakim) Kota Mojokerto Muraji mengatakan, salah satu proyek strategis 2024 ini digulirkan sejak akhir Mei lalu.
Dengan nilai kontrak sebesar Rp.4,457,151,128,00
Dengan Nomer Kontrak;
000.3.2/2611/417.503.4/2024 proyek lanjutan ini menyentuh pekerjaan fisik untuk menunjang fasum.
’’Jadi bukan untuk kolam retensinya, tetapi lebih kepada sarana pendukung berupa fasumnya, "ungkapnya.
Pekerjaan infrastruktur tersebut, sebut Muraji dikerjakan tepat di sisi utara Kolam Retensi. Proyek digelar untuk pembangunan stan atau kios untuk tempat usaha. ’’Jadi dibuat untuk menampung tempat usaha dari pelaku UMKM nanti,’’ ulasnya.
Sebab, kata dia, waduk tersebut juga dijadikan sebagai destinasi wisata di sana,’’ tandasnya.
Muraji memaparkan, akhir pekan lalu progres pekerjaan sudah terealisasi sekitar 80 persen. Sesuai kontrak, proyek yang dikerjakan;
CV Tiga Bersaudara
Konsultan Pengawas ;
CV. Berkah Desain.
ini dikerjakan selama 150 hari kalender atau ditarget tuntas di awal November mendatang.
Pada anggaran tahun 2024, menambah pembangunan sebagai fasilitas umum yang dipercantik di kolam retensi. Kolam retensi ini bisa juga sebagai jujugan tempat objek wisata.
Untuk sekedar diketahui, keberadaan kolam yang berfungsi untuk menampung air hujan sementara waktu, dengan memberikan kesempatan untuk dapat meresap ke dalam tanah yang operasionalnya dapat dikombinasikan dengan pompa atau pintu air.
“Jadi, tujuan utamanya untuk penanganan banjir yang terjadi pada saat curah hujan yang tinggi,
"Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan Rakyat, dan Kawasan Permukiman (PUPRPRKP) Kota Mojokerto, Muraji, ST. M.Si. lebih jauh lagi
pihaknya mengatakan bahwa, fungsi kolam retensi tersebut secara prakteknya bisa dijadikan tempat wisata.
Kolam tersebut juga bisa dialih fungsikan dijadikan tempat irigasi di sektor persawahan sehingga pertumbuhan di sawah bisa menjadi subur dan sehat.
Kolam retensi ini kan berada di area persawahan, sehingga sekaligus juga berfungsi sebagai irigasi.
Pembangunan fasilitas umum di kolam retensi ini juga untuk menambah fungsi kolam retensi sebagai tempat wisata.
Pengunjung bisa menikmati makanan dan minuman dengan suasana kolam retensi, bukan hanya itu saja disediakan pula tempat parkir.
“Kolam retensi ini kan berada di area persawahan, sehingga sekaligus juga berfungsi sebagai irigasi”, tambahnya.
’’Semua paket pekerjaan sudah berkontrak. Sebanyak 28 paket kondisi on progres dan 2 paket sudah selesai 100 persen, "pungkas surya.
Jurnalis Yustinia.