Buruh Cetak Bata di Mojokerto di duga Meninggal Karena Bunuh Diri

Buruh Cetak Bata di Mojokerto di duga Meninggal Karena Bunuh Diri

Sabtu, 04 Januari 2025

Tombakjatim Mojokerto 
Sabtu, 4 Januari 2025 | 22:23 WIB
Rumah korban bunuh diri di Desa Temon, Trowulan, Mojokerto dikerumini warga. 
 
Sumber dari Kabar Mojokerto - Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bila Anda merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak yang dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.

Seorang buruh pencetak batu berinisial SN (59) ditemukan meninggal dunia akibat gantung diri di rumahnya. Penyebab pasti tindakan tersebut hingga kini masih belum diketahui.

Korban ditemukan dalam kondisi tergantung di ruang tamu rumahnya di Desa Temon, Kecamatan Trowulan, Mojokerto, pada Sabtu (4/1/2025) sekitar pukul 18.00 WIB.

Kepala Desa Temon, Sunardi, menjelaskan korban pertama kali ditemukan oleh adiknya, yang curiga karena lampu rumah korban belum dinyalakan menjelang waktu Maghrib. Setelah itu, sang adik langsung menuju rumah korban yang terletak tepat di depan rumahnya.

“Mau menyalakan lampu, namun saat dilihat melalui kaca, dia melihat kakaknya gantung diri di ruang tamu. Akhirnya, dia tidak jadi menyalakan lampu,” kata Sunardi, saat ditemui di Kantor Desa Temon, Sabtu (4/1/2025).

Adik korban seketika itu menangis dan menghubungi keluarga untuk meminta bantuan. Setibanya di lokasi, Sunardi bersama lima anggota keluarga lainnya berusaha membuka pintu yang saat itu dislot dari dalam.

Menurut Sunardi, korban selama ini tinggal sendiri karena kedua anaknya sudah berkeluarga dan tidak tinggal serumah.

“Korban dalam keadaan sehat dan tidak ada masalah keluarga. Dia orangnya pendiam. Pekerjaannya adalah mencetak bata,” ungkap Sunardi.

Setelah mendapat laporan, petugas Polsek Trowulan bersama tim identifikasi Polres Mojokerto langsung mendatangi lokasi kejadian. Jenazah korban kemudian diturunkan dengan bantuan relawan dan PMI Kabupaten Mojokerto.

Polisi kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) bersama tim medis dari Puskesmas Trowulan. Dari hasil pemeriksaan, tidak ditemukan luka pada tubuh korban.

Dari lokasi kejadian, petugas menyita beberapa barang bukti berupa tampar berwarna biru, dua kursi plastik, speaker salon berwarna hitam, dan sarung berwarna cokelat yang dikenakan oleh korban.

“Karena pihak keluarga menganggap ini sebagai musibah, mereka meminta agar jenazah langsung dimandikan dan dimakamkan. Keluarga korban menolak jenazah dibawa ke rumah sakit dan telah membuat surat pernyataan,” ujar Kapolsek Trowulan, AKP Agus Setiawan.(Nyoto)