Masyarakat Desa Trowulan Mojokerto Melaksanakan Upacara Ruwat Desa Sebagai Bentuk Rasa Syukur

Masyarakat Desa Trowulan Mojokerto Melaksanakan Upacara Ruwat Desa Sebagai Bentuk Rasa Syukur

Kamis, 13 Februari 2025

Tombak Jatim 
Mojokerto 13/02/2025

Ruwat desa merupakan tradisi kuno masyarakat Jawa yang hingga hari ini masih lestari di tengah masyarakat.Merupakan bentuk kearifan lokal dan warisan budaya yang di dalamnya banyak terkandung makna dan nilai luhur.

Acara ini umumnya dilaksanakan tiap tahun pada bulan ruwah penanggalan Jawa yang tujuan intinya adalah untuk mengungkapkan rasa Syukur pada Yang Maha Kuasa.

Dan juga upacara ini dimaksudkan untuk meminta perlindungan kepada Yang Maha Kuasa agar warga dan masyarakat di suatu tempat ataupun wilayah terhindar dari segala bentuk bala dan musibah serta dibersihkan dari segala energi negatif.Kata ruwat sendiri berasal dari bahasa Jawa yang lebih kurang bisa diartikan "dilepas" atau "dibebaskan".

Seperti yang dilakukan warga Desa Trowulan Kecamatan Trowulan Mojokerto ini.Acara ruwat Desa yang juga nanti nya akan diikuti oleh festival Seni dan Budaya.Acara berlangsung di Pendopo Balai Desa Trowulan (13/02/2025) pada malam hari yang dihadiri oleh semua lapisan masyarakat dari berbagai kalangan.Menurut salah seorang Ketua RT yang tidak ingin nama nya disebut menyatakan bahwa warga yang ikut menghadiri acara ini ditaksir lebih kurang 1700 warga.

Hadir pada Kegiatan Ruwat Desa tersebut Kepala Desa Trowulan Jainul Anwar,Kapolsek Trowulan,Danramil,BPD,LPM,Ibu ibu PKK serta Ketua RT se-Desa Trowulan.

Dalam sambutannya Kades Trowulan Jainul Anwar menyampaikan " Kegiatan Ruwat Desa ini tidak hanya sekedar mengucapkan rasa syukur,tapi juga mendoakan para leluhur.Selain itu juga untuk menjaga silaturrahmi antar sesama warga,persaudaraan sesama warga khususnya warga Desa Trowulan terjaga," jelasnya.

Kades Trowulan lagi lagi menjelaskan " Walaupun saat ini kita berada di era digital,tapi acara dan upacara Ruwat Desa ini merupakan agar budaya yang terus melekat di masyarakat,harus sama sama dirawat dan dilestarikan," pungkasnya.

Semua rangkaian acara ini ditutup dengan pertunjukan wayang kulit besok malamnya (14/03/2025) sebagai bentuk hiburan bagi masyarakat dan sebagai penanda berakhirnya rangkaian acara yang dilaksanakan oleh Pemdes Trowulan. 

(Romo Mochtar)