Atap Balai Desa Gayaman Ambrol, Warga Cemas

Atap Balai Desa Gayaman Ambrol, Warga Cemas

Kamis, 10 April 2025

Tombak Jatim.blogspot.com 
Mojokerto 11/3/2025

Balai pertemuan Desa Gayaman, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto Provinsi Jawa Timur berubah dari tempat berkumpul menjadi sumber kecemasan. 

Atap bangunan yang biasa dipakai digunakan untuk berbagai acara kegiatan masyarakat itu sekarang dilaporkan ambrol, menyisakan genting berserakan dan kayu-kayu lapuk menggantung. 

Kejadian ini, meski tanpa korban jiwa, telah menimbulkan keresahan mendalam di kalangan warga.Insiden terjadi pada Jum,at
(11/4/2025) pagi dan langsung menjadi perhatian warga sekitar.

Balai desa tersebut merupakan pusat aktivitas masyarakat, mulai dari rapat, pengajian, hingga acara perayaan. Namun kini, bagian atap yang rusak parah membuat warga ragu untuk menggunakannya lagi.

“Kami sangat berharap ada respon tindakan cepat dari pemerintah kabupaten atau instansi terkait. Balai pertemuan desa ini adalah fasilitas umum yang digunakan warga untuk berbagai kegiatan, mulai dari rapat hingga acara sosial. 

Kalau tidak segera  diperbaiki, dikhawatirkan akan berakibat membahayakan warga, "ujar Kepala Desa Gayaman, Joko Wahyudi, saat ditemui di lokasi kejadian.

Dari pantauan di lokasi, sebagian besar kerusakan terjadi pada struktur atap. Kayu-kayu tempat penyangga terlihat lapuk, diduga karena usia bangunan yang cukup tua dan minimnya perawatan. Genting-genting yang berjatuhan mengotori lantai balai, sementara sisi bangunan lainnya juga mulai menunjukkan tanda-tanda adanya keretakan.

Warga berharap adanya perbaikan secepatnya dari pemerintah daerah. Mereka menilai balai desa sebagai ruang penting dalam menjaga kebersamaan dan tempat komunikasi antar warga.

Ketidaklayakan bangunan bukan hanya untuk mematikan fungsi sosialnya, tetapi juga berisiko bisa mencelakakan jika tetap dibiarkan dan digunakan.

“Biasanya di balai, tempat untuk kegiatan apapun tapi sekarang takut. Apalagi musim hujan, atapnya rawan runtuh lagi, "ujar seorang warga bernama Siti, saat ditemui di sekitar balai.

Permintaan perbaikan sudah berkali disampaikan kepada pihak kecamatan, dan pemerintah desa sangat berharap segera mendapat tanggapan nyata dalam bentuk perbaikan bangunan. 

Mereka sangat menekankan juga bahwa balai desa bukan sekadar fasilitas fisik, tapi simbol tempat menyampaikan semua aspirasi dan tempat pertemuan guna untuk membahas semua permasalahan di seputar masyarakat Desa gayaman dan kebersamaan warga.


Jurnalis Yustinia