Mojokerto,— Puluhan awak media dari berbagai daerah merasa kecewa setelah menghadiri acara Majelis Sema’an Al-Qur’an dan Dzikir Ghofilin yang digelar di Universitas KH. Abdul Chalim, Bendorejo, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, pada Jumat Legi, 31 Oktober 2025.
Para jurnalis yang datang dari berbagai wilayah seperti Surabaya, Jombang, Sidoarjo, dan sejumlah kota lain itu mengaku ditelantarkan tanpa kejelasan. Sebagian sudah hadir sejak pukul 06.00 pagi, sementara yang lain datang menjelang siang sekitar pukul 11.00 WIB. Namun hingga acara selesai sekitar pukul 22.15 malam, mereka mengaku tidak diberi kesempatan untuk melakukan wawancara ataupun sekadar berkoordinasi dengan pihak penyelenggara.
“Kami datang jauh-jauh dan berharap bisa meliput kegiatan besar ini. Tapi ternyata sampai acara selesai tidak ada satu pun perwakilan panitia yang menghampiri atau memberi penjelasan. Kami benar-benar kecewa,” ungkap salah satu jurnalis yang hadir.
Acara religius tersebut menghadirkan sejumlah tokoh ternama, di antaranya KH. Agus Sabuth Panotoprojo, H. Agus Ferry Husnul Maab, serta Wakil Bupati Mojokerto Muhammad Rizal Oktavian,dan Bupati Mojokerto Dr. Muhammad Al Barra, Lc., M.Hum yang datang di akhir Acara juga Ribuan jamaah tampak hadir sejak pagi hingga malam hari.
Namun di balik khidmatnya acara, para awak media yang seharusnya menjadi mitra dalam publikasi justru merasa diabaikan. “Kami datang bukan untuk mencari sensasi, tapi untuk mengabarkan kegiatan positif ke masyarakat. Tapi sikap seperti ini tentu mengecewakan, apalagi dari sosok yang selama ini kami kagumi,” ujar jurnalis lainnya dengan nada kecewa.
Hingga berita ini diterbitkan
Pihak panitia maupun humas acara belum memberikan keterangan resmi terkait kejadian yang membuat sejumlah media merasa tidak dihargai tersebut.(Red)