TULANGAN, TombakJatim.blogspot.com –
Praktik penyalahgunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite kembali marak terjadi di wilayah Tulangan, Sidoarjo. Alih-alih tersalurkan kepada masyarakat yang berhak, BBM bersubsidi tersebut justru diduga dimanfaatkan oleh sekelompok oknum untuk meraup keuntungan pribadi.
Pengawas SPBU Tulangan, ( SR ), tidak memberikan keterangan apa pun terkait dugaan tersebut. Bahkan, nomor WhatsApp awak media turut diblokir sejak 5 Desember 2025, sehingga upaya konfirmasi tidak dapat dilakukan.
Warga menilai lemahnya pengawasan dari pihak SPBU Tulangan menjadi celah bagi oknum operator dan pemain lapangan untuk menjalankan aksi ilegal tersebut. Mereka meminta Polsek Tulangan dan Polresta Sidoarjo segera turun tangan untuk menindak para pelaku, termasuk pengawas SPBU yang terkesan membiarkan praktik tersebut terus berlangsung.
Sejumlah warga yang ditemui di lapangan mengungkapkan bahwa praktik penyelewengan ini melibatkan operator SPBU berinisial ( AL ) serta para pengetap yang leluasa beroperasi di sekitar SPBU Tulangan. Aktivitas ilegal itu beberapa kali terekam kamera, mulai dari pengisian langsung di dispenser SPBU hingga proses pemindahan BBM ke jeriken di lokasi lain.
Salah satu pembeli yang ditemui di lokasi bahkan mengaku bahwa pengisian tersebut bukan untuk kepentingan pribadi.
"Saya disuruh anaknya Bapak Mukid," ujarnya saat diwawancarai tim Awak media pada Jumat (05/12/2025).
Foto-foto yang dihimpun tim menunjukkan adanya dugaan pengisian dalam jumlah tidak wajar serta pengalihan BBM bersubsidi menggunakan jeriken, tindakan yang jelas melanggar aturan Pertamina dan ketentuan perundang-undangan terkait distribusi BBM subsidi.
Warga pun geram karena kasus serupa telah berulang kali terjadi, namun tidak ada tindakan tegas dari pihak SPBU maupun aparat terkait. Mereka berharap adanya langkah konkret untuk menghentikan praktik yang merugikan masyarakat ini.
“Berikan sanksi tegas kepada para pelaku dan pengawas SPBU Tulangan yang membiarkan praktik seperti ini,” tegas salah satu warga.
Jika dibiarkan, penyalahgunaan BBM bersubsidi tidak hanya merugikan negara, tetapi juga menyulitkan masyarakat yang benar-benar membutuhkan Pertalite sebagai kebutuhan harian mereka. ( yenny )