PASURUAN – Ada stigma lama yang menyebut bahwa mengurus administrasi kendaraan adalah sebuah ujian kesabaran. Untuk mengurus berkas kendaraan, bayangan tentang birokrasi yang "berbelit" itu seketika luruh saat saya melangkah masuk ke Kantor Bersama Samsat Pasuruan Kota, pada Jumat (20/02/2026)
Di ruang tunggu yang sejuk dan bersih, saya mengamati bagaimana para petugas di balik loket melayani masyarakat. Ada keramahan yang konsisten, sesuatu yang terkadang mahal di instansi pemerintah. Yang menarik perhatian saya, bagaimana para petugas menjelaskan prosedur teknis kepada wajib pajak dengan bahasa yang mudah dipahami, tanpa nada menggurui.
Petugas Verifikasi bekerja dengan ritme yang presisi. Setiap berkas diperiksa secara detail, menunjukkan bahwa profesionalisme bukan sekedar jargon di sini.
Di tengah proses verifikasi berkas, saya sempat berbincang dengan salah satu wajib pajak yang juga mengantre. Ahmad Fauzi (42), warga asli Purworejo, Kota Pasuruan, yang sedang mengurus perpanjangan STNK lima tahunan. Fauzi mengungkapkan rasa puasnya terhadap perubahan signifikan yang ia rasakan.
"Dulu kalau ke sini rasanya harus sedia mental buat antre, Mas. Tapi sekarang beda sekali. Petugasnya proaktif, kalau kita kelihatan bingung sedikit saja langsung disamperin ditanya mau urus apa," ujar Fauzi dengan nada antusias.
Samsat Pasuruan Kota tampaknya paham betul cara "merayu" masyarakat agar taat pajak. Ruang tunggunya bukan sekadar deretan kursi kaku, pojok baca yang tertata, mengubah pengalaman menunggu menjadi waktu yang lebih produktif.
Selain itu, transparansi biaya yang dipampang dengan jelas di sudut ruangan menjadi bukti nyata komitmen mereka dalam memberantas praktik pungli. Di sini, masyarakat membayar sesuai dengan apa yang tertera di struk resmi sebuah kepastian hukum yang menenangkan.
Bharaa