Tebar Kebaikan di Bulan Suci, Pendekar PSHWTM Ranting Wonoayu Bagikan 400 Takjil dan Gelar Bukber untuk Pererat Tali Persaudaraan

Tebar Kebaikan di Bulan Suci, Pendekar PSHWTM Ranting Wonoayu Bagikan 400 Takjil dan Gelar Bukber untuk Pererat Tali Persaudaraan

Senin, 16 Maret 2026

SIDOARJO – Bulan suci Ramadhan menjadi momentum bagi keluarga besar Persaudaraan Setia Hati Winongo Tunas Muda (PSHWTM) untuk menunjukkan sisi religius dan kepedulian sosialnya. Dengan semangat Amar Ma'ruf Nahi Munkar, sekitar 70 pendekar berseragam hitam kebanggaan turun ke jalan untuk berbagi kebahagiaan dengan sesama.
Kegiatan yang berpusat di Jl. Raya Wonoayu ini dimulai menjelang waktu berbuka puasa. Tak kurang dari 400 paket takjil ludes dibagikan kepada para pengguna jalan, mulai dari driver ojek online, sopir truk, hingga pejalan kaki yang melintas, pada Minggu (15/03/26)

Koordinator kegiatan, Radit, mengungkapkan bahwa aksi berbagi takjil ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan bentuk implementasi dari ajaran organisasi untuk selalu peduli terhadap kondisi masyarakat sekitar.
"Kami ingin menunjukkan bahwa pendekar PSHWTM bukan hanya tangguh dalam olah raga pernapasan dan bela diri, tapi juga harus memiliki kelembutan hati untuk membantu sesama. Ini adalah wujud nyata dari nilai-nilai luhur yang kami pelajari," ujarnya.

Aksi simpatik para pendekar ini pun mendapat respons positif dari masyarakat sekitar. Salah seorang pengendara motor, David (35), mengaku terkesan dengan keramahan para anggota PSHWTM yang turun ke jalan.

"Awalnya saya kira ada keramaian apa, ternyata teman-teman dari PSHWTM bagi-bagi takjil. Sangat membantu ya, apalagi buat saya yang masih di jalan saat jam buka begini. Mereka juga tertib, jadi nggak bikin macet," kata David sembari menerima paket takjil.

Tokoh masyarakat setempat, Sugeng, juga memberikan apresiasinya. Menurutnya, kegiatan semacam ini menjadi bukti bahwa organisasi bela diri bisa menjadi penggerak kegiatan positif di lingkungan.

"Kami sangat mengapresiasi inisiatif dari keluarga besar PSHWTM. Ini membuktikan bahwa mereka memiliki kepedulian sosial yang tinggi. Harapan kami, kegiatan positif ini bisa terus berlanjut dan menjadi contoh bagi organisasi lain untuk menjaga kerukunan dan keharmonisan di masyarakat," tuturnya.

Usai pembagian takjil, acara dilanjutkan dengan kegiatan Buka Bersama internal. Para pendekar lintas generasi duduk bersila, berbaur tanpa sekat.
Momen buka bersama ini juga dimanfaatkan sebagai sarana silaturahmi untuk memperkuat solidaritas organisasi. Doa bersama dipanjatkan agar organisasi tetap jaya dan mampu memberikan kontribusi positif bagi bangsa dan negara

Aksi simpatik ini sekaligus menjadi upaya nyata PSHWTM dalam menghapus stigma negatif yang terkadang melekat pada organisasi bela diri. Melalui kegiatan positif seperti ini, PSHWTM ingin mengirimkan pesan bahwa kerukunan dan kedamaian adalah prioritas utama.
"Harapannya, melalui kegiatan ini, hubungan antara saudara PSHWTM dengan masyarakat semakin harmonis. Kita ingin kehadirannya dirasakan sebagai manfaat, bukan ancaman," pungkas Aris

Acara ditutup dengan salat Maghrib berjamaah, meninggalkan kesan mendalam tentang bagaimana kekuatan fisik seorang pendekar haruslah bersinergi dengan kekuatan spiritual dan kepedulian sosial.

Bharaa